The Very First Page



Saya sudah pernah baca banyak buku. Mulai dari buku yang beli pake uang sendiri sampe buku yang minjem dari perpustakaan. Buku itu sumber inspirasi banget. Buku itu sebuah benda yang sangat cantik yang mengandung banyak ilmu di dalamnya. Buku itu bagai sumur kehidupan bagi jiwa-jiwa yang kehausan akan ilmu dan pengetahuan. Dari buku saya bisa jalan-jalan ke Eropa. Dari buku saya bisa ada di Hogwarts. Dari buku saya bisa jalan-jalan ke pulau Bagka Belitung. Dan dari buku juga saya bisa merasakan gimana pacaran itu. Yeah, my life is started here.

Bagaimanapun sebuah buku bukan hanya seonggok kertas tak berguna. Merekalah yang mengajari saya arti kehidupan. Merekalah yang membantu saya berkembang, membuka cakrewala yang tak dapat tergapai dengan raga. Don’t judge a book by the cover. Tapi kalau covernya engga menarik, ya orang juga engga tertarik buat baca.


Buku itu ibarat kehidupan.Ya, cover buku itu sendiri itu adalan wajah-wajah kita ini. Kalau wajahnya kurang menarik, ya orang-orang gak akan mau dekat dengan kita. Tapi mereka belum tau bagaimana kita sebenarnya. Karena mereka tidak mau ‘membaca’ lebih jauh lagi. Mereka biasanya hanya membaca ‘buku’ tersebut hanya sampai klimaxnya saja, tidak sampai tuntas. Maka kadang-kadang banyak orang yang menganggap orang lain itu lebih buruk karena mereka melihat bahwa orang itu hanya sebatas ini saja, padahal mereka pun belum menyelesaikan buku itu, jadi mereka tidak berhak menghakimi ‘buku’ itu.


Di dalam sebuah ‘buku’ terdapat beberapa bagian. Yang pertama adalah kata pengantar, lalu daftar isi, lalu sub-sub bab lainnya. Begitu pula dalam kehidupan. Gak langsung ke permasalahannya ‘kan? Selain itu biasanya seorang penulis akan memberikan ucapan terimakasih kepada orang-orang yang berperan dalam pembuatan buku tersebut. Begitu pula saya. Saya akan membuat list ucapan terimakasih untuk ‘buku’ saya yang satu ini.


Pertama saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah membiarkan saya bernafas, memberi saya rezeki yang cukup, memberikan saya segala kemudahan di dunia, membekali saya dengan segudang ilmu yang insyaallah barokah dan membiarkan saya hidup di bumi-Nya.


Kedua, untuk kedua orang tua saya di rumah. Terimakasih atas segala bimbingan, doa, air mata, keringat, dan masih banyak lagi.terimakasih untuk Mamah dan Bapak yang sudah mau capek-capek membesarkan anakseperti saya ini. Untuk bapak yang engga pernah mengeluh. Untuk mamah yang akan selalu sabar dengan anak-anak seperti saya. Dan saya berharap itu akan berlanjut sampai suatu hari nanti.


Ketiga, untuk Kakak dan Adik saya tercinta yang sudah mau disusahkan saya. Yang mau disuruh-suruh sekaligus yang suka menyuruh-nyuruh saya. Terutama untuk Kakak yang sudah lebih dulu lahirdi duniaini dan mengajarkan makna kehidupan sebenarnya. Dengan mendengar ceritanya, menerima nasihatnya dan menelan pahit-pahit omelannya. Serta adikku yang tercinta, terimaksih sudah menjadi penghiburku saat saya jenuh belajar. Menjadi bahan kejahilan sampai kita dimarahi mamah.


Keempat, untuk semua penghuni kelas 9a. Terutama untuk Ayu Tri, yang sampai sekarang enggak bosen diajakin ke warnet Dawiel’s dekat LBPP LIA dan berkelana mencari warnet-warnet baru. Masih ingatkah kita pernah masuk ke Squid Net yang didalamnya hanya ada anak laki-laki? Dan hanya kita yang perempuan? I hope you enjoyed that. Untuk Zakia Prajani dan Norinda Aulia, yang telah menyadarkan saya betapa ternyata teman sejati itu nyata adanya. Bukan hanya ada di saat kita senang, tapi juga ada disaat-saat kita terpuruk. Tak butuh kado yang mahal di hari ulang tahun, saya hanya butuh dua orang ini didekat saya dan kami bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengobrol di lorong kelas di LBPP LIA. Atau hanya sekedar duduk-duduk di lobby-nya.


Dan masih banyak lagi, mungkin semua ucapan itu tidak akan muat di halaman yang disediakan. Tapi saya butuh satu buah buku untuk menuliskannya. Not only at the very first page, but I need all pages on the book.

Komentar

Postingan Populer