Just End

This is my first fiction story. Enjoy it :)


JUST END

Berawal dari Tara masuk kelas X. Tara bertemu anak laki-laki yang menurut Tara flat banget. Namanya Dio. Tara gak tertarik sama sekali sama anak itu. Dia tidak menarik sama sekali. Pada awalnya Tara berkenalan dengan Dio di pelajaran geografi. Saat itu Tara dapat satu kelompok dengan Dio dan satu teman Tara lainnya. Mereka selalu bertiga saat pelajaran geografi sampai beberapa pertemuan. Tara selalu mengkopi pekerjaan dia, karena menurut Tara dia rekan satu kelompok yang rajin. Hal ini terus menerus berlangsung.

Di sisi lain, Tara berkenalan dengan Nissa. Yang rupanya memiliki tanggal lahir yang sama seperti Tara. Mereka pun mempunyai beberapa kesamaan yang unik bagi mereka. Sejak saat itu mereka menjadi dekat. Sampai banyak orang mengatakan bahwa Tara dan dia adalah dua unsur yang sulit dilepaskan. Dia sering main ke rumah Tara, Tara pun begitu. Mereka sering melakukan hal aneh bersama-sama. Tara sudah menganggapnya teman baik saat itu.

Entah kenapa, lama-kelamaan Tara merasa nyaman berada di sebelah Dio pada setiap sesi pelajaran geografi. Padahal Tara sangat membenci pelajaran itu. Selain di kelompok geografi, mereka juga terlibat dalam beberapa kelompok. Seperti kelompok sosiologi dan bahasa inggris. Tara tidak tau apakah itu hanya kebetulan semata atau ada faktor x yang telah memperngaruhi ini semua. Tara mulai menyukai Dio. Tara tidak tau kapan itu tapatnya. Dan Tara tidak tau apa penyebabnya. Yaah… Tara menyukai dia.

Tara gemar memandanginya kapan pun dia berada dalam kelompok yang sama dengan Tara. Tara selalu menikmatinya. Menikmati saat dia menulis, bercanda bersama-sama, tertawa, berbicara, berpindah posisi duduk, bingung saat dilontarkan pertanyaan oleh guru atau pun saat mata mereka tidak sengaja bertautan. Tara menikmati itu semua.

Tara mulai menanyakan tugas-tugas yang tak penting kepadanya. Padahal Tara adalah anak yang rajin kalau ada tugas apapun. Setiap malam Tara bertanya ini itu. Tara bertanya tentang keluarga, teman, kakak, hingga hal-hal tak penting lainnya. Tapi Tara sangat menikmati hal itu. Karena dialah laki-laki pertama yang Tara suka yang pernah Tara hubungi.

Sampai suatu saat Tara berani buka mulut tentang perasaan suka Tara ini. Awalnya Tara bercerita tentang hal ini dengan Anggi. Sahabat Tara di kelas X. Sahabat Tara duduk sebangku, sahabat dimana Tara mencurahkan segala kekonyolan dan tingkah polah aneh Tara selama berada di kelas. Dia berkata itu wajar. Dia selalu merespon ketika Tara bercerita tentang apa pun tentang Dio. Tara pernah cerita bahwa Tara pernah browsing tentang Dio, Tara pernah bertanya lewat pesan singkat dan semuanya Tara curahkan bersama Anggi. Dialah sahabat pertama Tara di kelas.

Kemudian saat Tara hang out bersama beberapa teman. Mereka cukup baik. Sampai mereka bercerita tentang perasaan masing-masing pada salah-satu teman laki-laki di kelas mos. Mereka  pun menjawab satu persatu. Awalnya Tara tidak setuju diadakan hal ini. Namun Tara pikir ini hanya untuk bersenang-senang. Kenapa tidak? Tara menjawab dengan malu-malu bahwa Tara menyukai Dio. Tanpa alasan yang jelas. Nissa pada saat itu kaget saat Tara bilang demikian.

Hari berikutnya Nissa mulai banyak bertanya ini itu tentang kedekatan Tara dengan Dio. Tara pun mulai terbuka dengan Nissa. Karena Tara pikir dia adalah teman curhat yang baik. Setiap pagi Tara selalu bercerita kepada Anggi dan Nissa tentang apa pun yang Tara dan Dio bahas malam itu. Tara senang karena ada Anggi dan Nissa yang dapat menampung segala keluh-kesah Tara selama mengirim pesan singkat kepada Dio. Tara berani jamin, Nissa adalah orang terheboh saat mendengar kabar dari segala cerita Tara. Hal ini berlangsung selama 2 bulan.

Tara, Nissa, Dio dan tiga teman Tara ada kegiatan memasak di rumah Nissa. Mereka berbelanja di supermarket. Tara mengamati setiap langkah mereka bergerak. Dio membawa trolli, dan mereka bertiga berjalan di sekitarnya. Tara menikmati itu. Tara menikmati saat Tara duduk menulis laporan dan ada Dio di depan laptop Tara. Tara menikmati sensasi yang timbul di dalam hati Tara.

Waktu itu Tara bercerita tentang nenek Tara yang kebetulan sedang mengalami rawat inap di rumah sakit. Tara bercerita banyak tenntang nenek Tara kepadanya. Dan Tara sangat menikmati itu. Tak beberapa lama nenek Tara meninggal dunia. Tara sangat sedih. Tara tak tau harus bercerita kepada siapa. Senin Tara masuk sekolah seperti biasa, hanya sedikit isak tangis yang sering Tara curahkan selama dikelas. Taraingat persis itu.

***

Dan ujian pertama Tara di sekolah. Tara merasa sangat gugup. Namun ternyata mereka kompak, mereka sekelas tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Mereka belajar bersama, mereka menghapal bersama, mereka bekerja sama. Tara ingat benar kejadian itu. Beberapa minggu setelah kematian nenek Tara, nenek Dio juga meninggal. Nissa mencoba menghiburnya di kelas saat  ujian namun Tara hanya bisa berbela sungkawa lewat sms.

Tara ingat hal ini. Nissa memang dekat kepada semua laki-laki di kelas. Dan Tara tau itu. Saat istirahat pertama mid semester Tara melihat dia duduk berdua dengan Dio di dalam kelas. Tara hanya tersenyum dan menggoda mereka berdua. Ah, itu biasa. Pikir Tara. Dan hal itu berlangsung setiap hari. Dan Tara berpikir kenapa ini semua. Tara awalnya mulai menjauh pada Nissa, satu minggu. dan dia mulai sadar atas perilaku Tara. Diamulai bertanya kenapa tentang hal ini. Tara bilang tak apa. Dan Tara ceritakan hal ini dengan Anggi.
Tara mulai dekat dengan Nadia. Sahabat baru Tara. Mereka banyak cerita tentang banyak hal. Mereka memiliki cukup banyak kesamaan pada diri mereka masing-masing. Mereka meluangkan cukup banyak waktu bersama. Bercerita ini itu. Sampai akhirnya sama menceritakan ‘masalah’ kecil ini pada Nadia. Dan dia mengerti hal ini.

Suatu hari, Nissa mengajak Tara makan siang. Dan dia mulai bertanya tentang hal-hal yang menurut Tara tidak penting untuk ditannyakan. Seperti seandainya Dio begini, apa yang akan Tara lakukan. Seandainya Dio begitu, apa yang akan Tara lakukan. Dan ada satuh hal yang paling Tara ingat. Seandainya Dio jadipacar Nissa apa yang akan Tara lakukan? Dan Tara menjawab apa adanya. Seperti apa yang dia harapkan. Tara tidak tau apa arti semua itu. Tara anggap itu hal biasa yang dilakukan teman.

Ada drama bahasa inggris yang kebetulan membuat Tara dan Dio dalam satu kelompok. Tara memilih untuk menjadi narator. Karena itu adalah peran yang sangat aman. Tara menjadi sutradara dalam pementasan drama tersebut. Mereka memilih Dio menjadi pemeran utama.dalam cerita peran utama memberikan bunga ke pemeran perempuan. Saat latihan Tara berdiri di belakang pemain wanitanya. Dan saat Dio akan berdialog sambil menyerahkan bunga kepada wanita dia berkali-kali melirik ke areh Tara dan membuat Tara malu. Namun Tara menikmati itu. Tara tidak tau apa arti dari setiap lirikannya. Tara hanya menerka-nerka arti dari tatapan yang membuat Tara ge-er.

***

Tara lihat Dio dan Nissa adalah teman baik. Teman sangat baik. Sangat. Nissa mulai berlebihan dalam menanggapi segala cerita Tara, ketika Anggi dengan santai dan normalnya merespon cerita Tara. Dan Tara menjauh untuk kedua kalinyapada Nissa. Tara menyerah, kata Tara kepada hati. Entah kenapa perasaan Tara buruk sekali pada waktu itu. Akankah Tara cemburu kepada sahabat Tara? Tara hanya merasakan hal-hal tidak menyenangkan saat Tara berada di dekat Nissa. Dua kali juga Tara menyerah pada keadaan dan Tara minta maaf atas apa yang telah Tara lakukan terhadap dia. Tara merasa bersalah atas semua keadaan ini. Selalu Tara yang merasa bersalah atas ini semua.

Sudah lama Tara tidak mengirim pesan singkat kepada Dio. Sudah lama juga Tara tidak bercerita tentang ini kepada Nissa, Anggi dan Nadia. Tara hanya menceritakan hal-halkecil yang menarik kepada Nadia dan Anggi. Karena Tara menganggap mereka mengerti hal ini. Tidak seperti Nissa. Terkadang jalan pikiran merekaseperti rel kereta yang tidak pernah betaut satu sama lain. Nissa mulai bertanya. Salut amat gak cerita lagi ke gue. Begitu katanya. Tapi apa yang harus Tara ceritakaaaaan??? Apakah lelucon kecil bagi Tara dan Nadia akan masuk akal bagi dia? Apa cerita menarik bagi Tara dan Anggi harus diceritakan kepadanya? Dia tidak harus mengetahui hal-hal seperti ini. Itu bukan hakkamu Nissa. Tara benci terhadap orang yang sangat ingin tahu. Bukan maksud satya buruk, namun beginilah adanya. Tara tidakk suka orang yang suka mencampuri hal-hal yang tidak perlu dicampuri.

Mereka berdiam cukup lama. Dan Tara mengaku salah untuk kesekian kalinya. Dan Tara rasa itu flat. Tara benci menjadi seperti ini. Alhasil Tara putuskan. Hei Nissa, Tara benci Dio. Begitu kata Tara. Mereka berargumen panjang lebar tentang halini. Sampai Tara muak. Tara memang berhenti berkomuikasi dengan Dio. Namun beberapa saat hal itu tidak dapat terelakkan. Tara kembali mengirim pesan singkat. Dan Nissa selalu bertanya tentang hal ini. Selalu. Tara sangat tidak ingin membicarakan hal ini dengannya. Tara mau hal 
ini menjadi biasa kembali seperti dulu.

Hubungan Tara dan Nissa mulai renggang. Sangat renggang. Tapi tidak dengan persahabatan Tara dengan Anggi dan Nadia. Tara pikir merekasudah memiliki jalan yang berbeda. Dia sering memperlakukan Tara seperti orang asing. Tara selalu coba mengabaikannya. Sampai sekarang.

***

Minggu lalu Anggi bercerita kepada Tara tentang hal-hal aneh di kelas. Tara minta maaf kepadanya karena sudah jarang bercerita lagi tentang Dio. Katanya tak apa. Anggi juga sudah lihat semua pesan singkat yang pernah Tara kirim ke Dio. Tara cukup kaget akan hal itu. Anggi bilang bahwa Nissa dan Dio sudah seperti pasangan ketika di pesan singkat. Tara hanya tersenyum mendengar itu semua dan meng-amini itu semua. Anggi juga bilang bahwa tatapan, perlakuan Dio selama ini menunjukkan bahwa dia suka pada Nissa. Tara harap mereka benar-benar demikian.

Lain halnya dengan Nadia. Nadia masih ragu untuk menyampaikan sesuatu pada Tara. Jadi Nissa memesan danbo pada teman Nadia untuk Dio. Dan teman Nadia bertanya. Apakah mereka benar-benar pacaran. Begitu tanya teman Nadia. Dan Nadia menyamapikan hal ini pada Tara.Tara hanya tersenyum.

Hari saat semua ini disamapaikan adalah hari kamis. Hari itu hujan dan membuat Tara terperangkap di dalam kelas bersama beberapa teman yang lain. Hujannya cukup deras. Pikiran Tara kacau saat itu. Tara berpikir kenapa hanya soal perasaan Tara bisa sangat emosional. Tara memasang headset dan memutar lagu kuat-kuat di telinga Tara. Tara melanjutkan tugas gambar sendirian. Tara mengabaikan semua orang yang mendekat kepada Tara siang itu. Tara berdalih sedang mendengarkan musik. Padahal perasaan Tara sagat ingin meledak saat itu.
***
Beberapa bulan kemudian, Nissa mengajak Tara berbicara empat mata. Tara bingung tentang tingkah aneh yag dilakukan Nissa. Ternyata Nissa bilang bahwa ia menyukai Dio sejak pertama kali bertemu. Tebakan Tara benar selama ini. Di dalam hati Tara masih bergejolak bingung dan gundah, namun Nissa malah menangis. Meninta maaf atas semua yang telah dilakukannya selama ini. Nissa juga bertanya, benarkah Tara sudah tidak memendam perasaan lagi dengan Dio?

Tara hanya mengangguk dan mencoba menenangkan Nissa. Dalam hati Tara, ia sangat bingung. Tara akhirnya menumpahkan apa yang Nissa harapkan. Bukan yang berasal dari dalam hati Tara. Tara berpikir, buat apa melanjutkan permasalahn yang tidak penting seperti ini? Tara berpikir temannya akan lebih bahagia dan dapat membahagiakan Dio. Tidak seperti Tara yang pemalu.

-Tamat-

Komentar

Postingan Populer