Gajah

...
Kau temanku, Kau doakan aku
Punya otak cerdas, aku harus tangguh
Bila ku jatuh, gajah lain membantu
Tubuhmu disituasi rela jadi tamengku
...

Ngomong-ngomong bukan gajah ini yang akan gue bagi ceritanya ke kalian. Gajah ini gajah beneran, bukan hanya sekedar gajah-gajahan yang mengaku jadi gajah yang berbentuk gajah yang berkerumun dengan kelompok gajah yang tinggal di sebuah pulau penuh gajah. Bukan sama sekali.

Liburan kali ini gue berkesempatan untuk berkunjung ke tempat konservasi gajah deket rumah. Jangan bingung gitu dong. Rumah gue cuma berjarak sekitar 3 jam dari tempat konservasi gajah itu. Iya, 3 jam bagi gue deket. Ngga usah dipikirin deh seberapa desa rumah gue. Becanda.

Berhubung selama 17 tahun nggak pernah kesana, jadi ya gue seneng-seneng aja main disana. Tau nggak kalo jarak gerbang lapor masuk sampai ke gerbang konservasi gajah itu 9 kilometer? Yup! Jaraknya sama seperti dari rumah gue ke sekolah. Bedanya disini jalannya lebih sempit, lebih tenang, lebih hutan, lebih belantara, dan lebih ada monyet yang bergelantungan di sekitar mobil dibanding perjalanan ke sekolah gue.

Pas masuk ke daerah konservasinya. Nggak seperti apa yang gue pikirkan. Udah banyak orang-orang jualan di dalam taman nasional ini. Walaupun cukup membantu perekonomian masyarakat di sekitar sini, tapi tetep aja agak kurang enak dilihat, soalnya agak berantakan. Terus tempat antara parkir mobil dan tempat jalan gajahnya nggak ada beda. Jadi itu jalan gajah ya jadi jalan mobil pribadi juga. Pinginnya mah diatur sedemikian rupa biar kalo bule-bule dateng nggak jadi malu-maluin *lah.

Balik lagi ke topik gajah. Abis turun mobil, sekitar jam 12an gue langsung jalan ke tempat atraksi gajah. Rasa perikegajahan gue tidak bisa dibendung. Bukan cuma kasiansama gajah sih sebenernya, tapi juga suka kasian ngeliat hewan-hewan lain yang dipertunjukkan kepintarannya. Tapi yasudahlah, karena biasanya dengan cara ini mereka mendapat uang lebih untuk makan para gajah dan menggaji para ranger pengurus gajah. Abis dari atraksi gajah gue makan siang sama gajah. Enggak laaah bro... Mana adaa... Emang lu kira ini di taman safari?

Terus sayangnya karena udah terlalu sore gue nggak bisa safari gajah. Sedih banget deh rasanya. Hiks. Tapi yasudahlah, di kesempatan berikutnya gue pokoknya harus dafari gajah. Titik. Daripada galau mikirin gajah, gue keliling-liling melihat pemandangan yang amat menakjubkan. Enggak lebay kok.

Eh, udahan dulu deh ceritanya ya. Sekian.














Komentar

Postingan Populer